This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Get ready to thinkless and make beauty easy again

Bingung Kulit Sering Kemerahan? Ini Cara Mengetahui Skincare Cocok atau Tidak Pada Kulit Kita

Memilih produk skincare memang agak sulit ya, apalagi jika kulit kita tidak cocok dengan suatu produk bisa saja mengalami reaksi seperti kemerahan, iritasi atau breakout.

Memang kalo beli skincare perlu menjalani istilah “trial and error” dulu. Namun, kalo kulit kalian sensitif dan sering bereaksi atau iritasi lebih baik di tes dulu sebelum pakai untuk kira-kira produk ini cocok atau ga.

Gimana tesnya? Nah ini ada saran dari American Academy of Dermatology, yukk coba kita pelajari!

1. Oleskan produk ke sepertiga daerah yang mau diuji.
Biasanya di tes pada bagian dalam lengan atau siku sebanyak 2x/hari selama sekitar 7-10 hari. Gunakan sebanyak dan setebal yang biasa kalian gunakan ya seperti saat kalian skincarean.

2. Biarkan produk pada kulit selama (durasi) kalian akan menggunakan produk tersebut.
Contohnya kalian mau tes cleanser yang wash off, bisa kalian tes dengan di pakai lalu biarkan sekitar 2-5 menit kemudian bilas atau sesuai petunjuk produknya ya!

3. Setelah 7-10 hari baru deh dievaluasi, apa reaksi yang kalian rasakan?
Apakah kulit mengelupas? merah? bengkak atau jadi gatal? Kalau kulit kalian mengalami reaksi seperti ‘purging’ coba liat apakah ada kandungan chemical exfoliant (AHA, BHA) atau retinol didalamnya? Jika ya, mungkin memang prosesnya seperti itu jadi normal. Yang kamu bisa lakukan adalah coba kurangi frekuensi/volume pemakaiannya dan basic skincarenya di perkuat lagi. Namun jika tidak ada reaksi iritasi atau hal buruk lainnhya yang bikin kalian tidak nyaman, lanjutkan!

Jika reaksi yang dirasakan berlebih dan bertahan cukup lama gimana ya?
Hentikan & bilas! Bisa juga kompres dingin atau olesin petroleum jelly/balm ointment pada bagian yang iritasi. Jika berlanjut ke dokter kulit! 

Kadang meski sudah melakukan tes seperti ini, tetap bisa terjadi reaksi di kemudian hari atau reaksi berubah saat diaplikasikan ke area yang berbeda…  Jadi paling tepat kalian bisa dokter kulit untuk melakukan patch testing.