This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Get ready to thinkless and make beauty easy again

The Ultimate Basic Skincare Routine for Beginners

Memulai skincare pertama kali tentunya membingungkan dan terlihat sulit. Tapi tidak perlu seperti itu karena sebetulnya step skincare itu simple dan mudah. Life is hard, your skincare shouldn’t be!

Sebelum masuk ke dalam step skincare, yang penting diketahui adalah tipe kulit dan masalah kulit yang dimiliki.  Tipe kulit adalah sesuatu yang dipengaruhi dari genetik dan dapat dipengaruhi dari cuaca, perawatan wajah dan hormon sehingga kondisi kulit dapat berubah-ubah (multifaktorial). Secara sederhana, tipe kulit sendiri dibagi menjadi 3 yaitu tipe kulit berminyak, normal, dan kering.

  • Kulit wajah berminyak adalah kondisi ketika kelenjar sebasea kulit menghasilkan terlalu banyak minyak atau sebum. Akibatnya kulit terlihat mengkilap dan berkilau di seluruh wajah. 
  • Kulit normal adalah tipe kulit yang memiliki kulit dengan keseimbangan kadar minyak dan air yang baik. Bisa jadi terasa berminyak di area T-zone dan kering di selebihnya.
  • Kulit kering terjadi akibat kurangnya produksi sebum pada lapisan kulit. Kulit dapat menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause karena berkurangnya produksi sebum. 

Setelah mengetahui tipe kulit, langkah awal untuk mulai menggunakan skincare adalah dengan hatam basic skincare. Setelah memiliki basic skinncare routine yang baik, maka perlahan bisa tambahkan bahan aktif dalam bentuk toner, serum, ampoule, masker, dsb yang disesuaikan dengan masalah kulit masing-masing.

Pengertian Basic Skincare

Metode basic skincare ini menjadi tahapan yang paling mendasar untuk dilakukan oleh pemula, karena metode ini adalah metode dasar yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja kulit secara maksimal dan disesuaikan dengan masing-masing jenis kulit.

Tiga Tahapan Basic Skincare Routine

Terdapat tiga langkah dasar untuk membangun basic skincare routine, yaitu cleansing (membersihkan), moisturizing (melembabkan) dan protecting (perlindungan). 

Berikut rangkaian basic skincare routine yang praktis namun efektif untuk merawat dan menjaga kesehatan kulit:

Cleansing

Membersihkan wajah merupakan tahapan skincare yang paling dasar namun memiliki peranan penting untuk merawat kulit. Bersihkanlah wajah menggunakan facial wash dua kali dalam sehari, tahapan ini untuk membantu mengangkat sisa debu, kotoran, minyak serta bakteri penyebab jerawat.

 Mencuci wajah di pagi hari membantu mengangkat kotoran dan mengurangi sisa minyak yang menempel, sementara mencuci wajah di malam hari membantu membersihkan wajah dari debu dan berbagai kotoran yang menempel sepanjang hari.

Lalu bagaimana cara memilih facial wash yang tepat? Sebelum itu, kita perlu mengetahui dulu jenis-jenis facial wash, karena terdapat banyak facial wash yang memiliki manfaat yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:

1. Bar Soap

Penggunaan sabun batang atau bar soap sebenarnya kurang disarankan untuk membersihkan wajah, karena cenderung memiliki kandungan yang keras untuk kulit wajah yang halus, sehingga dapat mengganggu fungsi kulit normal. Bar soap juga bersifat mengeringkan kulit dan dapat mengikis skin barrier, yang berakibat skin barrier rusak atau tidak dapat bekerja secara optimal. 

Sebisa mungkin hindari menggunakan bar soap untuk mencuci wajah, namun jika memang darurat dapat digunakan untuk yang memiliki tipe kulit berminyak.

2. Foaming & Non-foaming Cleanser

Pembersih wajah ini cocok untuk tipe kulit berminyak atau berjerawat, biasanya berbentuk gel, losion, atau krim. Foaming facial wash yang berbentuk krim mengandung minyak dan pelembap, lebih cocok untuk kulit normal, kering, serta kombinasi. Sedangkan yang berbentuk gel cocok untuk kulit berminyak atau kulit sensitif.

Sementara non-foaming facial wash, menjadi alternatif yang lebih lembut dan tidak berbusa, cocok untuk jenis kulit kering atau sensitif. Namun seringkali meninggalkan lapisan tipis pada kulit  wajah setelah pemakaian, sehingga banyak yang merasa wajahnya belum bersih.

3. Cleansing Milk & Toners

Kedua pembersih wajah ini perlu menggunakan tisu atau kapas dalam pengaplikasiannya. Cleansing milk berfungsi untuk membersihkan kotoran, debu dan make-up secara menyeluruh, dan cocok untuk pemilik kulit kering atau kombinasi, karena beberapa mengandung pelembap untuk mencegah kulit mengering.

Sementara toner merupakan produk yang bahan utamanya adalah air, umumnya mengandung berbagai bahan aktif seperti, alkohol, gliserin, kandungan antioksidan serta niacinamide untuk mencerahkan. Berdasarkan fungsinya, jenis toner dibagi dua yaitu hydrating toner (pelembap) dan exfoliating toner (toner eksfoliasi). Namun perlu hati-hati karena kandungan alkohol pada toner dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi sehingga perlu diperhatikan dalam penggunaannya.

4. Micellar Water

Micellar water adalah pembersih wajah berbahan dasar air, berfungsi untuk mengangkat kotoran, menghapus make-up dan sunscreen, dapat digunakan semua jenis kulit. Pembersih ini kaya akan micelles, yaitu molekul-molekul minyak yang berukuran sangat kecil seperti butiran mikro yang tersimpan dalam air yang lembut. Micellar water ini dapat menjadi alternatif utama saat tidak ada air yang tersedia.

5. Cleansing Oil

Sesuai namanya, pembersih ini berbahan dasar minyak, yang mampu membersihkan kulit tanpa merusak keseimbangan minyak alami atau sebum pada kulit wajah, itu karena cleansing oil memiliki sifat lipofilik, yakni mampu melarutkan berbagai jenis minyak, termasuk kelebihan minyak pada wajah. Namun disarankan untuk pemilik kulit kering atau sangat kering saja yang menggunakannya. 

Metode Double Cleansing

Ini merupakan metode membersihkan wajah dengan dua tahap pembersihan. Tahap pertama menggunakan cleanser wajah yang berbahan dasar minyak (cleansing oil), susu (milk cleanser), atau air (micellar water) untuk membersihkan wajah dari make-up. Tahap kedua adalah membersihkan wajah dengan facial wash. 

Perlu diperhatikan, untuk pemilik kulit berjerawat lebih baik memilih micellar water untuk tahap pertama, dan untuk kulit kering atau sensitif, metode ini dapat menyebabkan over-cleansing dan iritasi, untuk itu memilih produk yang tepat sesuai jenis kulit adalah kunci dalam melakukan metode ini. 

Masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya seberapa pentingkah metode double cleansing ini dan kapan waktu yang tepat melakukannya. Metode ini dapat berguna pada malam hari khususnya untuk menghapus make-up atau riasan yang tebal, namun jika tidak, memakai facial wash saja juga sudah cukup.

Tips Memilih Facial Wash Sesuai Jenis Kulit

Untuk pemilik kulit berminyak, pilihlah facial wash yang tidak terasa kencang dan ketarik pada kulit, juga pilih kandungan yang dapat membantu mengontrol produksi sebum di kulit. Untuk pemilik kulit normal atau kombinasi, pilihlah kandungan yang ringan, juga yang tidak menghasilkan banyak busa. Sementara untuk pemilik kulit kering, gunakan cleanser yang terasa lembut, dan tak lupa langsung aplikasikan moisturizer setelah mencuci wajah.

5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan Saat Membersihkan Wajah

  1. Bersihkan wajah secara rutin dua kali sehari, saat pagi dan malam hari. Membersihkan wajah dimalam hari berguna untuk menghapus make-up, sisa sunscreen, dan debu serta kotoran yang menempel setelah beraktifitas seharian. Hal ini jangan sampai terlewat, karena dapat menyebabkan jerawat, flek hitam, bahkan berpotensi mendorong penuaan dini.
  2. Hindari penggunaan tisu wajah, ini dapat digunakan sebagai pilihan terakhir disaat sedang berolahraga atau berpergian, selain dapat menyebabkan iritasi kulit, juga tidak dapat membersihkan wajah secara menyeluruh.
  3. Hindari penggunaan air yang telarlu dingin atau panas, gunakanlah air dengan suhu suam-suam kuku. Karena air dingin kurang efektif dalam membersihkan minyak dari kulit, dan air panas membuat kulit menjadi kering atau iritasi.
  4. Jangan pernah mengaplikasikan produk facial wash langsung ke kulit kering, karena dapat menyebabkan sensitivitas.
  5. Gunakanlah handuk khusus untuk membersihkan wajah, serta jangan menggosok atau mengelapnya terlalu keras, karena dapat menyebabkan iritasi.

 

Moisturizing

Tahapan moisturizing ini menjadi urutan yang tidak boleh terlewatkan, karena ini menjadi kunci untuk menjaga kelembapan agar terhindar dari berbagai macam permasalahan kulit. Tanpa moisturizing kulit akan tampak kering dan kehilangan elastisitasnya. Sehingga moisturizing ini dapat mencegah terjadinya kulit mengelupas, kusam hingga iritasi.

Banyak yang keliru bahwa hanya kulit kering saja yang membutuhkan moisturizer, padahal pemilik kulit berminyak juga bisa mendapatkan keuntungan dari menggunakan pelembap wajah. Hanya saja setiap jenis kulit memiliki perbedaan kebutuhan hidrasi yang perlu dipenuhi.

Dalam memilih moisturizer yang tepat, hal utama yang perlu diketahui adalah formula dasarnya, karena setiap moisturizer memiliki formulasi dasar yang berbeda-beda, yang dibagi menjadi tiga komponen, yaitu humektan, oklusif, dan emolien. Tentunya ketiga komponen ini memiliki kandungan yang berbeda untuk masing-masing jenis kulit. Berikut adalah penjelasannya:

Humektan

Humektan menjadi kunci dalam menjaga hidrasi kulit, karena zat ini dapat menarik dan mengikat air di kulit. Karena sifatnya ini, maka sangat cocok digunakan untuk pemilik kulit berminyak atau kombinasi.

Kandungan pada humektan juga terasa lebih light, sehingga tidak berat di wajah. Umumnya kandungan ini berasal dari, gliserin, sorbitol, urea, asam alfa hidroksi, aloe vera dan glukosa.

Emolien

Jika kulit berminyak disarankan untuk memilih kandungan humektan, kalau emolien ini disarankan untuk pemilk kulit kering, karena formulasinya yang dapat mengisi bagian-bagian sel kulit yang kosong, sehingga lapisan kulit menjadi terisi dengan kelembapan yang cukup.

Kandungan emolien ini dapat ditemukan di lipids & oils, colloidal oatmeal, shea butter dan isopropyl palmitate.

Oklusif 

Sama seperti emolien, kandungan oklusif ini juga cocok untuk pemilik kulit kering hingga sangat kering, bekerja dengan cara mengunci kelembaban yang sudah ada pada lapisan kulit.

Oklusif juga dapat mencegah terjadinya transepidermal water loss atau TEWL, yaitu penguapan air dari lapisan epidermis kulit, sehingga kulit dapat menjaga kelembapannya dengan optimal.

Tips Memilih Pelembab

Jika memiliki tipe kulit yang berminyak dan mudah berjerawat, pilihlah moisturizer yang mengandung lebih tinggi humektan. Untuk pemilik kulit kering, pilihlah yang mengandung emolien dan oklusif yang lebih tinggi. 

Protecting

 

Banyak sekali manfaat yang didapatkan ketika menggunakan tabir surya atau SPF, karena beragam masalah kulit banyak terjadi karena paparan sinar matahari. Mengaplikasikan sunscreen yang sesuai jenis kulit bukan hanya dapat menghalangi sinar berbahaya yang menembus kulit, namun juga dapat mencegah penuaan dini. 

Protein kulit yang penting bagi kesehatan kulit, seperti kolagen, keratin dan elastin juga rentan rusak karena paparan sinar UV. Pentingnya perlindungan dari sunscreen untuk integritas dan kesehatan kulit.

Panduan Memilih Sunscreen

Sebelum memilih sunscreen ada baiknya kita terlebih dahulu memahami arti/istilah dari label yang tertera pada sunscreen, hal ini sangatlah penting untuk mengukur apakah sunscreen yang kita pilih sudah sesuai sama yang kita butuhkan atau belum. Berikut penjelasannya:

SPF

SPF (Sun Protection Factor) adalah label sunscreen yang paling umum kita jumpai, gunanya untuk menunjukan proteksi dari sinar UVB (sinar yang mengakibatkan sunburn)

PA+++

Label PA (Protection Grade of UVA) menunjukan proteksi dari sinar UVA (aging rays). Tingkat perlindungan PA dapat dilihat dari banyaknya tanda '+', semakin banyak '+' maka semakin tinggi perlindungannya.

Broad-spectrum

Menunjukan bahwa sunscreen memiliki perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB. Meskipun sudah mencakup perlindungan dari sinar UVA dan UVB, namun kita tetap perlu perhatikan tingkat SPF dan proteksi dari sinar UVA.

Water resistant

Water resistant sunscreen menunjukan bahwa sunscreen dapat bertahan dan melekat pada kulit meski basah dalam jangka waktu tertentu. Namun sunscreen yang tidak water resistant disarankan untuk reapply setiap 2-3 jam.

Setelah mengetahui arti label pada sunscreen, lalu bagaimana memilih sunscreen yang tepat? Terlebih dahulu kita perlu melihat tingkat SPF-nya, minimal pilih SPF 30, lalu pastikan telah memilih yang berlabel 'broadspectrum', selanjutnya disarankan memilih yang sudah water resistant.

Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit

Setelah itu yang harus diperhatikan adalah tekstur pada sunscreen, terdapat tiga tekstur yaitu, gel, lotion, dan cream. Tekstur gel lebih cocok untuk area tubuh yang berbulu dengan tipe kulit yang berminyak atau kombinasi, lalu tekstur lotion cocok untuk pemilik kulit kombinasi dan berminyak, kalau tekstur cream lebih cocok untuk pemilik kulit kering dan kombinasi.

Setelah memilih sunscreen yang tepat, bagaimana cara menggunakannya? Pakailah sebelum beraktivitas dan pastikan tunggu untuk nge-”set” dan membentuk lapisan di kulit, dan idealnya gunakan sebanyak 2 jari gendut.

Setelah melakukan tiga tahap basic skincare routine diatas, jangan berkecil hati jika kulit tidak berubah dalam semalam ya. Untuk hasil yang maksimal, perlu dibangunnya rutinitas setidaknya selama enam minggu. Ini merupakan waktu yang dibutuhkan kulit untuk dapat meregenerasi sel-sel kulit baru.



Daftar pustaka:

  • Wang Y, Li J, Shang Y, Zeng X. Study on the development of wax emulsion with liquid crystal structure and its moisturizing and frictional interactions with skin. Colloids Surfaces B Biointerfaces. 2018;171:335-342.
  • Rawlings A V. Ethnic skin types: Are there differences in skin structure and function? Int J Cosmet Sci. 2006;28(2):79-93. doi:10.1111/j.1467-2494.2006.00302.
  • Ertel K. Modern skin cleansers. Dermatol Clin. 2000;18:561–75. [PubMed] [Google Scholar]
  • Simion AF, Rau AH. Sensitive skin: What is it and how to formulate it. Cosmet Toiletr. 1994;109:43s. [Google Scholar]
  • Lilik Norawati. 2009. Pemakaian Tabir Surya Dalam Penanganan Pigmentasi Kulit. Simposium Everything About Skin Pigmentation. Jakarta
  • Fitzpatrick dermatology
  • Cosmetic dermatology